Rabu, 03 Oktober 2018

Kajian Ilmiah MAHYAH

sebagai bentuk pengabdian kepada Agama dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil'Alamin, Majelis Hikmah Alawiyah dan BEMP Ilmu Agama Islam menginisiai bentuk kegiatan Diskusi Ilmiah bersama Syaikh Sami bin Jamaal Al Kuhaali (Hadramaut), Dr Abdul Fadhil, Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus dan Habib Alwi bin Ahmad bin Syihabuddin dengan mengundang dosen-dosen prodi Ilmu Agama Islam serta Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Namun sangat disayangkan nara sumber pertama Syaikh Sami bin Jamaal Al Kuhaali berhalangan hadir dikarenakan sakit.

Diskusi Ilmiah ini dilaksanakan Selasa, 2 Oktober 2018 mulai pukul 09.00-12.00 WIB di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 9 Universitas Negeri Jakarta. kegiatan diawalai dengan sambutan sekaligus ucapan selamat datang dari Dr. Umasih, M.Hum selaku Wakil Dekan satu Fakultas Ilmu Sosial UNJ beliau menyambut baik kegiatan diskusi ilmiah ini karena akan dapat bermanfaat terutama sebagai wawasan bagi Mahasiswa UNJ.

Materi diskusi pertama disampaikan oleh Dr Abdul Fadhil beliau menyampaikan proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu dengan jalan damai, hal ini dibuktikan oleh teori Gujarat bahwa para pedagang Gujarat datang membawa agama Islam, sebagaimana cara pedagang menjajakan barang nya pasti dengan ramah dan penuh senyum bukan dengan sikap jutek terlebih lagi dengan kekerasan. selain itu sistem penyampaian ajaran pada saat itu dengan proses akulturasi budaya. segala budaya yang baik dipertahankan dan senantiasa menerima budaya yang lebih baik.
kemudian dalam isiannya Habib Alwi bin Ahmad bin Syihabuddin menyampaikan bahwa setiap manusia dituntut oleh Allah Subhanahu Wata'ala untuk memiliki ilmu  kemudian ilmu harus diamalkan dan dikerjakan dengan ikhlas disertai rasa berhati-hati dalam kehidupan dunia yang melalaikan dan sikap menjauhi segala perkara yang Syubhat karena jika seseorang itu memiliki ilmu akan terjauh dari sikap perbuatan ekstrim sebab ia mengerti dan faham akan fungsi agamanya. menurutnya orang yang berilmu bukanlah orang yang pandai beretorika dalam berbicara atau pandai berdebat melainkan orang yang berilmu adalah orang yang takut kepada Allah swt.

selanjutnya, sesi ketiga Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus dengan didahului ucapan terimakasih kepada Universitas Negeri Jakarta karena telah disediakan tempat unutk berdiskusi dengan mahasiswa, kemudia beliau mengutip perkataan nabi Muhammad saw bahwa diakhir zaman terdapat banyak sekali fitnah sehingga orang yang berada dalam kebenaran dijadikan bingung hendak kemana, namun obat dari segala fitnah itu adalah dengan sikap moderat. beliau juga mengatakan bahwa sikap moderat merupakan salah satu jalan yang harus ditempuh pada saat ini. selain itu masalah yang sampai saat ini terjadi pada kaum muslimin adalah tidap pernah membaca, karena dengan membaca kita akan mengetahui apa yang disampaikan Rasulullah sejak 14 abad lalu. Membaca dalam artian, memahami makna Al-Quran dan Hadits, memahami sejarah. dengan begitu kita akan menjadi manusia yang berilmu, beramal, ikhlas, khouf, dan wara'. jauhkan perselisihan terutama kepada sesama muslim kita harus bersikap bijaksana tidak mudah menyalahkan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar